Rumah Di Yogya yang Katanya Tak Mungkin Dibeli Millenial

Mungkin anda sering mendengar pernyataan yang senada dengan judul di atas. Bahkan sampai ada beberapa kantor berita yang memberitakan mengenai daya beli masyarakat millenial Yogyakarta untuk membeli rumah di Yogya. Menurut beberapa pihak daya beli millenial di Jogja cukup rendah untuk mampu membeli sepetak rumah bahkan tipe 36 atau lebih kecil dari itu. Menurut banyak pihak, salah satu alasannya adalah karena UMR atau UMK Yogyakarta yang sangat rendah dan tidak sejalan dengan harga property yang meningkat setiap tahunnya di kota pendidikan tersebut.

Karena Harga Rumah Di Yogya Atau UMR?

Tapi apakah memang benar kalau millenial di Yogyakarta tidak mampu membeli rumah? Apakah argumen yang berbasis data UMK dan harga property yang naik itu memang menggambarkan daya beli millenial di Yogyakarta? Jawabannya bisa jadi tidak bisa jadi iya. Jika kita melihat secara umum, sekarang ini anak-anak muda Yogyakarta malah lebih banyak yang memulai usaha mereka sendiri. Entah mereka hanya berjualan di pinggir jalan, berbisnis online, ata sejenisnya. Mungkin mereka juga sadar bahwa dengan UMR yang ada, mereka tak mungkin bisa menggapai hidup yang lebih baik. Sekarang ini malah sangat banyak pengusaha-pengusaha muda dari Yogyakarta. Apalagi setelah dunia online semakin berkembang. Mereka semakin menggeliat dan memilih untuk berwirausaha. Meski tetap juga ada beberapa yang bekerja pada satu perusahaan, tapi biasanya mereka punya penghasilan sampingan untuk tetap mencukupi kebutuhan dan menggapai mimpi untuk punya rumah.

Sementara, apakah benar bahwa tidak bisanya millenial membeli rumah karena kenaikan harga rumah di Yogya yang semakin tinggi setiap tahunnya. Itu bisa jadi benar atau juga tidak. Property memang selalu naik harga setiap tahunnya. Tapi ada juga beberapa developer yang tetap berani memberikan harga yang cukup terjangkau seperti Damai Land. Dengan rumah yang punya kualitas dan kelas yang tinggi, harga yang ditawarkan tetap terjangkau. Bahkan menjadi salah satu yang terjangkau di kelasnya.

Artinya, harga rumah di Yogya atau property akan tetap naik. Tapi meski begitu ketika anak-anak millenials itu menyadari tentang kondisi itu dan mereka tidak mau diam saja untuk hidup mereka, maka daya beli mereka tetap akan baik-baik saja. Atau bahkan mungkin menjadi lebih tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: